Ketika Professor Paul Farmer berjuang untuk mengarahkan perhatian dunia untuk penyakit AIDS dan Tuberculosis, beliau harus memikirkan bagaimana menyediakan obat antiretroviral (ART) yang sangat mahal pada saat itu. Bahkan ia turut serta dalam demonstrasi saat iklim politik Haiti memanas dan berdampak pada terbengkalainya pelayanan kesehatan, ia menuntut pemerintah memerhatikan warganya yang menderita karena penyakit-penyakit ini. Sebagai dokter, Paul Farmer mencari solusi masalah kesehatan melebihi sektor kesehatan. Melalui organisasi yang didirikannya, Partners In Health (PIH), Paul Farmer membantu pasien yang hidup dalam kemiskinan untuk memperoleh obat-obatan Tuberculosis dan antiretroviral untuk AIDS.

Global Health merupakan suatu perspektif/pendekatan yang dipakai dalam memandang, menganalisis, dan menyikapi masalah kesehatan, seperti yang Paul Farmer kerjakan. Melalui perspektif Global Health, Paul Farmer menyadari bahwa availabilitas, harga obat, iklim politik, tingkat pendidikan pasien, juga berpengaruh terhadap pengelolaan kesehatan pasiennya.
Paul Farmer, adalah seorang global health warrior.

Indonesia membutuhkan orang-orang seperti Paul Farmer, orang-orang yang mau memikirkan masalah-masalah kesehatan dengan perspektif Global Health. Indonesia butuh penyelesaian secara komprehensif, sektor kesehatan harus berkolaborasi dengan sektor-sektor lainnya untuk meningkatkan derajat kesehatan.

Kondisi Indonesia saat ini, hampir seluruh orang menganggap BPJS sebaiknya dibubarkan, rokok dianggap “tradisi Indonesia” dan hal yang lumrah, ratusan ibu meninggal setiap minggunya dalam proses persalinan karena tidak tersedianya pelayanan kesehatan, dan perubahan iklim tidak lebih dari isu lingkungan tanpa implikasi kesehatan, negara dimana ketika bicara soal kesehatan berarti bicara satu sektor tanpa kaitan dengan sektor lainnya..
Negara-negara maju sudah mengadopsi perspektif Global Health dan menuju yang Professor Kenji Shibuya sebut sebagai the future of medicine.

Close Menu